This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Maret 2017

Konservasi Tanah dan Air. Studi Kasus: Leosama,Belu


Konservasi tanah mempunyai arti luas dan sempi dimana konservasi tanah dalam arti luas adalah penempatan setiap bidang tanah dengan cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Sedangkan kosenvasi tanah dalam arti sempit adalah upaya mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi. Konservasi tanah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konservasi air. Setiap perlakuan yang diberikan pada  sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itu dan tempat-tempat di hilirnya. Oleh karena itu konservasi tanah dan konservasi air merupakan dua hal yang berhuibungan erat sekali; berbagai tindakan konservasi tanah adalah juga tindakan konservasi air. Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.

METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR

Metode yang digunakan  dalam konservasi tanah dan air  dibagi menjadi tiga macam metode yaitu :
1.   Metode vegetatif

Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring dengan menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah (Seloliman, 1997). Tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikan bahaya erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangi fluktuasi temperatur tanah. Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air termasuk antara lain: penanaman penutup lahan (cover crop) berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah kesuburan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997). Penanaman rumput kegunaannya hampir sama dengan penutup tanah, tetapi mempunyai manfaat lain, yakni sebagai pakan ternak dan penguat terras. Cara penanamannya dapat secara rapat, barisan maupun menurut kontur.
2.   Metode mekanik

Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan (Seloliman, 1997). Termasuk dalam metode mekanik untuk konservasi tanah dan air di antaranya pengolahan tanah. Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman dan memberantas gulma (Arsyad, 1989).
Pengendalian erosi secara teknis-mekanis merupakan usaha-usaha pengawetan tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang di daerah lahan pertanian dengan cara mekanis tertentu. Sehubungan dengan usaha-usaha perbaikan tanah secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambat aliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.
Pengolahan tanah menurut kontur adalah setiap jenis pengolahan tanah (pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. Keuntungan utama pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur juga sangat efektif untuk konservasi ini. Pembuatan terras adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi (Sarief, 1986). Menurut Arsyad (1989), pembuatan terras berfungsi untuk mengurangi panjang lereng dan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan dan memungkinkan penyerapan oleh tanah, dengan demikian erosi berkurang.



3.   Metode kimia

Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Yang dimaksud dengan cara kimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985). Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim pada tanah liat yang berat (Arsyad, 1989). Penggunaan bahan-bahan pemantap tanah bagi lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang baru dibuka sesunggunya sangat diperlukan mengingat:
Ø  Lahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan efektif.
Ø  Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang terangkat.
Ø  Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan perkebunan, menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya bagian top soil, mengingat pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat seperti traktor, bulldozer dan alat-alat berat lainnya.

KARAKTERISTIK DAERAH STUDI KASUS
Untuk memberikan gambaran umum kondisi embung-embung di wilayah Timor Barat dilakukan studi lansekap daerah tangkapan air embung Oemasi, Oelomin dan Oeltua Kabupaten Kupang,  embung Bu’at dan Besipae, Kab.  Timor Tengah Selatan (TTS);  ‘embung’ Benkoko dan ‘embung’ Sasi  (TTU),  Kab.  Timor Tengah Utara; dan ‘embung’ Leosama,  Kab.  Belu.  Ketinggian dari permukaan laut,  masing-masing lokasi adalah 50 m (Leosama, Belu),  400-500 m (Oemasi, Oelomin, Oeltua, ManutapenKupang) hingga 1.000 m (Besipae, Bu’atTTS;  Benkoko dan Sasi-TTU). Untuk studi pemodelan embung dilakukan pengamatan  aliran permukaan dan erosi daerah tangkapan;  pendangkalan ‘embung’; ketersediaan air ‘embung’ sepanjang tahun;  dan pemanfaatannya dilaksanakan pada ‘embung’ Desa Oemasi, Kupang.   Sedangkan upaya konservasi ‘embung’ dilakukan pada ‘embung’ Desa Leosama, Belu.



HASIL

Konservasi tanah

Konservasi tanah erat kaitannya dengan konservasi  tumbuhan.  Diketahui ada tiga metode konservasi tanah, yaitu secara vegetatif,  fisik dan kimiawi. Konservasi vegetatif merupakan pilihan yang tepat dilakukan, karena selain biayanya murah, juga mudah dilakukan oleh petani. Konservasi tanah secara kimiawi untuk memperkokoh agregat tanah di daerah tangkapan air ‘embung’,  tampaknya diperlukan biaya yang mahal. Konservasi tanah secara fisik mengunakan bedengan,  tanggul-tanggul, pematang dan sebagainya perlu dipertimbangkan secara bijaksana sesuai dengan kondisi tektur dan struktur tanah setempat.  Kondisi tanah liat bobonaro memiliki agregat yang amat mudah hancur pada musim hujan.   Salah satu contoh konservasi fisik yang cukup berhasil ialah pemasangan batu pada lereng ‘embung’ Oemasi-Kupang. Selain itu,  pada beberapa lokasi daerah tangkapan,  batu-batu sebagai bahan pembuatan tanggul mudah diperoleh.  Hal ini mungkin karena Pulau Timor menurut sejarah pembentukan geologinya  dikenal sebagai pulau yang terangkat dari permukaan laut. Dari pengamatan penulis,  ketika dilakukan pembuatan guludan pematang penahan erosi,  petani membersihkan rumput-rumput terlebih dahulu.  Hal ini dilakukan karena tanahnya amat keras dan berbongkah pada musim kemarau. Meskipun demikian, sifat tanah ini mudah hancur pada musim hujan, sehingga pematang  amat mudah tererosi.

Konservasi air

Tujuan konservasi air ‘embung’ ialah mempertahankan agar air yang tertampung pada 3-4 bulan musim hujan dapat digunakan sepanjang 8-9 musim kemarau. Hal ini karena,  air yang tertampung di dalam ‘embung’ sepenuhnya mengandalkan air hujan dan aliran permukaan maka konservasi sumberdaya air amat  penting. Konservasi flora dan tanah secara langsung akan berpengaruh terhadap konservasi sumberdaya air di daerah tangkapan.  Konservasi sumberdaya air di daerah tangkapan akan tercapai apabila kapasitas infiltrasi dan perkolasi lebih besar dari kapasitas evapotranspirasi dan aliran permukaan.  Kondisi tersebut akan tercapai apabila konservasi tumbuhan dilaksanakan secara bijaksana. Di wilayah Pulau Timor evapotranspirasi amat tinggi sepanjang 8-9  bulan musim kemarau.  Kondisi evapotranspirasi akan seimbang dengan infiltrasi,  pada awal musim hujan.  Ketika tanah sudah jenuh air
dan hujan terus turun maka terjadilah aliran permukaan. Degradasi lahan daerah tangkapan air Pulau Timor mengakibatkan laju aliran permukaan yang tinggi;  sebaliknya infiltrasi dan perkolasi rendah. Kondisi ini mengakibatkan suplesi air tanah rendah. Upaya yang perlu dilakukan adalah konservasi vegetatif dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat.  Dari hasil penelitian penulis di ‘embung’ Oemasi,  Kupang dapat ditunjukkan bahwa penghijaun dengan monokultur pohon Gmelina arborea,  terbukti mengakibatkan laju erosi yang besar.  Hal ini karena kanopi dan bentuk daun Gmelina yang relatif lebar berperan menaungi dan menekan tumbuhan bawah.   Terhambatnya pertumbuhan tumbuhan bawah mengakibatkan tanah gundul dan gembur sehingga mudah erosi. Konservasi sumberdaya air embung dapat dilakukan dengan cara meningkatkan efisiensi pemanfaatan air pada budidaya pertanian. Kegiatan tersebut telah diujicoba dengan budidaya tanaman sayuran menggunakan kantong polybag di Oemasi, Kupang(7). Secara agronomis teknik budidaya tepat guna ini dapat memberikan hasil yang bagus,  meskipun untuk keberlanjutan kegiatan masih perlu terus dilakukan pembinaan. Peningkatan efisiensi pemanfaatan air dengan mengurangi kebocoran air melalui perpipaan,  kran-kran dan bak-bak penampung juga perlu dilakukan oleh masyarakat pemakai air ’embung’.





Share:

Minggu, 17 Januari 2016

Manfaat memelihara kucing bagi pemiliknya

Kucing adalah hewan lucu dan menggemaskan yang dapat anda pelihara dan menjadi teman anda dirumah. Bagi anda yang suka dan memelihara kucing dirumah, ternyata kucing memiliki banyak manfaat yang menguntungkan bagi pemiliknya. Memelihara kucing memberikan manfaat secara jasmani dan rohani yang akan berpengaruh baik terhadap kesehatan. Admin telah merangkum manfaat dari memelihara kucing, berikut ulasannya:





1.      Membuat mental lebih sehat

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Cats Protector sebanyak 76% peserta yang mengikuti survey tersebut menyatakan bahwa stress yang mereka rasakan berkurang setelah berinteraksi dengan kucing. Hal ini terjadi karena tingkah laku kucing yang lucu dan menggemaskan.

2.      Menurunkan resiko penyakit jantung

Orang yang memelihara kucing, 40 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita serangan jantung fatal. Melihat tingkah laku kucing yang lucu dan menggemaskan ataupun mengelus-elus kucing dapat menurunkan tingkat kestresan dan kecemasan pemiliknya. Hal ini berdampak pada penurunan resiko berkembangnya penyakit kardiovaskular.

3.      Meningkatkan sistim imun

Hubungan yang dijalin oleh si pemilik kucing dengan kucingnya dapat meningkatkan system kekebalan tubuh pemiliknya.

4.      Mencegah alergi

Jika anda memiliki bayi, pertimbangkanlah untuk memelihara kucing dirumah anda karena menurut sebuah penelitian menunjukan bahwa bayi yang baru lahir yang hidup dengan hewan kesayangan dapat mencegah penyakit alergi berkembang.
5.    
Membantu mencegah asma pada anak

Memiliki kucing pada usia dini dapat mencegah anak memiliki penyakit asma karena sentuhan anak anda dengan kucing dapat membantu mengatasi masalah pernapasan. Admin sendiri beranggapan bahwa hal ini terjadi karena anak yang sudah terpapar bulu kucing sejak usia dini akan meningkatkan pertahanan diri mereka terhadap rangsangan bulu.
6.    
            Membawa energi positif

Dengan membelai kucing ataupun melihat tingkah laku kucing yang lucu dan menggemaskan baik secara langsung maupun melalui media seperti video dapat menyebabkan perasaan senang yang menyalurkan energi positif. Sebuah studi di university of Bloomington menyebutkan bahwa hanya dengan melihat video lucu kucing bisa membawa energi dan emosi positif serta menurunkan perasaan negatif.
7.      
      Yang terakhir adalah mengurangi rasa kesepian

Hubungan Antara manusia dan kucing dapat membantu mereka yang kesepian. Dengan memelihara kucing dan menghabiskan waktu bersama dapat mengurangi rasa kesepian yang dialami pemiliknya.

Berikut adalah sedikit ulasan mengenai manfaat memelihara kucing di rumah bagi manusia. Masih banyak manfaat lainnya yang belum terangkum dalam artikel ini. Tolong berikan kritik yang membangun agar dapat membuat artikel-artikel yang lebih baik kedepannya. Terima kasih
Share:

Kucing, si karnivora mungil

       Siapa yang tidak tahu jenis hewan ini? Sepertinya orang-orang di seluruh dunia mengetahui hewan yang satu ini. kucing terdiri dari kucing liar dan kucing rumahan, kucing rumahan memiliki banyak sekali penggemarnya namun tidak sedikit pula yang membenci hewan ini. Terdapat 3 jenis kucing yaitu, kucing ukuran besar, kucing ukuran sedang, dan kucing berukuran kecil. Namun pada kesempatan ini bloger ingin membahas tentang kucing berbadan kecil sampai sedang. Kucing merupakan hewan karnivora, ia dijuluki "karnivora sempurna" karena memiliki gigi runcing dan sistem pencernaan khusus. Populasi kucing hampir tersebar diseluruh penjuru dunia bahkan di daerah bersalju tebal dan daerah yang memiliki panas menyengat sekalipun.



"Lynx" jenis kucing liar yang mampu hidup di daerah bersalju tebal

Kucing berjenis Sphynx yang berasal dari Mesir

       Hewan ini memiliki 4 kaki dan memiliki berat 3-5kg.Kucing rumahan dapat hidup selama 15 tahun sampai 20 tahun namun kucing yang berumur lebih dari 15 tahun jarang ditemukan. hewan ini telah ada dari sekitar 10.000 tahun, kucing yang pernah dijinakan pertama kali terjadi di Cyprus sekitar 9.500 tahun lalu. berikut adalah sedikit penjelasan tentang hewan kucing, bila ada kesalahan penulisan maupun kesalahan informasi mohon berikan kritik yang membangun agar dapat lebih baik lagi kedepannya. Terima kasih.

Share:

makalah dampak perkembangan iptek terhadap kemiskinan

MAKALAH ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN DAMPAKNYA BAGI KEMISKINAN








Oleh:
Ghifari Fakhran Isya
Jurusan Teknik sipil
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma
Depok
Tahun 2015/2016

Kata Pengantar
Pertama-tama saya ingn mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang konflik sampit antara Suku Dayak dengan Suku Madura ini dengan baik. Dimana makalah ini dibuat dan disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang membantu saya dalam mengerjakan tugas makalah ini. Apabila ada kritik dan saran dari pembaca, saya bersedia menerima semua kritik dan saran tersebut. Karena kritik dan saran ini sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki makalah saya dimasa mendatang.sehingga saya akan berusaha untuk menyelesaikan makalah  dengan lebih baik lagi.

Bab I
Pendahuluan
1.1           Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat pada saat ini sudah sudah berkembang pesat.selain itu ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yang jelas yakni, karena teknologi adalah salah satu contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dibuat karena adanya ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan dan teknologi awalnya dikembangkan untuk mempermudah kehidupan manusia namun banyak pihak yang menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak buruk bagi manusia lainnya.
Ilmu pengetahuan bisa didapatkan secara praktis dengan berbagai cara bahkan dengan tanpa biaya atau gratis. Namun, mengapa di zaman yang serba praktis ini masih masyarakat yang terpuruk dalam kemiskinan dan “buta” akan teknologi.

1.2     Rumusan Masalah

1.                  Apa arti dari Ilmu Pengetahuan?
2.                  Apa arti dari Teknologi ?
3.                  Apa arti dari kemiskinan?
4.                  Apa saja dampak berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemiskinan?
1.3     Maksud dan Tujuan
1.                  Mengetahui arti dari ilmu pengetahuan
2.                  Mengetahui arti dari teknologi
3.                  Mengetahui arti kemiskinan
4.                  Mengetahui dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemiskinan

Bab II
Pembahasan

2.1    Ilmu Pengetahuan
 Ilmu pengetahuan adalah semua usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki dan juga meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai macam segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi tersebut dibatasi supaya dapat dihasilkan berbagai macam rumusan yang pasti. Ilmu memberikan suatu kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, serta kepastian ilmu didapat dari keterbatasannya.
Ilmu bukan hanya sekadar pengetahuan (knowledge), tapi ilmu juga merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan berbagai macam teori yang disepakati serta dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang telah diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang berdasarkan dari sudut filsafat, ilmu terbentuk sebab manusia berusaha terus berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang ia miliki
2.2    Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjatapenghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia.
2.3    Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
1.      Kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2.      Kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
3.      Kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

2.4    Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemiskinan
Bila ditelaah, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia, yang diantaranya membawa dampak buruk yang salah satunya adalah kemiskinan. Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut ini dampak negatif dari ilmu pengetahuan dan teknologi :
1.      Kesenjangan social : Perkembangan industri dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Akan tetapi, hal ini juga dapat memunculkan kesenjangan sosial si masyarakat. Muncullah kelompok masyarakat pemilik modal yang kaya bahkan menjadi konglomerat., tetapi ada juga kelompok masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan. Mereka tidak menguasai teknologi akan semakin tertinggal dan hidup miskin. Terjadilah jurang perbedaan yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin. Hal ini dapat mendorong kecemburuan sosial dan kerawanan keamanan.
2.      Kerusakan lingkungan alam : Akibat dari semakin meningkatnya jumlah penduduk dan penerapan iptek yamg kurang bijaksana telah menimbulkan kemerosotan kualitas lingkungan alam. Tidak hanya merosot, tetapi juga timbul kerusakan-kerusakan sistem lingkungan alam. Beberapa masalah lingkungan alam yang berkaitan dengan merosot dan rusaknya kualitas lingkungan alam tersebut akan berujung pada kemiskinan.
3.      Kekhawatiran manusia terhadap persenjataan kimia dan nuklir: perkembangan iptek dimanfaatkan oleh negara-negara besar untuk membuat persenjataan canggih seperti senjata kimia dan nukliar. Hal ini dapat membahayakan kehidupan manusia. Bukan hanyak kehilangan tempat tinggal tapi juga dapat menyebabkan korban jiwa.
4.      Pengangguran, kemiskinan, dan kriminalitas: akibat dari berkembangnya iptek dalam penerapannya di berbagai bidang, salah satunya bidang industri. Disaat tenaga kerja manusia sudah tergantikan dengan mesin, banyak perusahaan yang mengadakan PHK kepada para karyawannya maka angka pengangguran dan kemiskinan akan meningkat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia harus memenuhi kebutuhannya terhadap sandang, pangan, dan papan. Karena tidak memiliki pekerjaan lagi maka, banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya tersebut dengan cara melakukan tindakan kriminal seperti merampok dan mencuri.

Banyak dari dampak negatif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut berujung kepada kemiskinan.

Bab III
Penutup

3.1           Saran
Dalam pemanfaatannya untuk membantu kehidupan sehari-hari harus diperhatikan betul-betul dampaknya terhadap kehidupan manusia agar dampak positif dapat diperoleh secara maksimal tanpa menimbulkan dampak buruk.

3.2           Kesimpulan
 Ilmu pengetahuan adalah semua usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki dan juga meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai macam segi kenyataan dalam alam manusia.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia. Dan digunakan untuk membantu manusia dalam menjalani kehidupannya.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Dan kemiskinan merupakan masalah global terbesar yang dihadapi hampir setiap negara.
Banyak dari dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebabkan kemiskinan, maka dari itu harus diperhatikan betul pemanfaatannya agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berujung dengan kemiskinan.
Daftar Pustaka



Share:

Jumat, 27 November 2015

makalah antar suku konflik sampit

Logo_Gundar.pngMAKALAH KONFLIK SAMPIT ANTARA SUKU DAYAK DENGAN SUKU MADURA








Oleh:
Ghifari Fakhran Isya
Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma
Depok
Tahun 2015/2016

Kata Pengantar

Pertama-tama saya ingn mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalh tentang konflik sampit antara Suku Dayak dengan Suku Madura ini dengan baik. Dimana makalah ini dibuat dan disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang membantu saya dalam mengerjakan tugas makalah ini. Apabila ada kritik dan saran dari pembaca, saya bersedia menerima semua kritik dan saran tersebut. Karena kritik dan saran ini sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki makalah saya dimasa mendatang.sehingga saya akan berusaha untuk menyelesaikan makalah  dengan lebih baik lagi.













                                     

Daftar Isi

Kata Pengantar ..............................................................................................................................i
Daftar Isi ........................................................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan
1.1              Latar Belakang...................................................................................................................4
1.2              Rumusan Masalah..............................................................................................................5
1.3              Maksud dan Tujuan............................................................................................................5
Bab II Pembahasan
         2.1 Mempelajari Konflik Sampit………….………………………………………………..6
         2.2 Kronologis Peristiwa………………….………………………………………………..9
         2.3 Penyelesaian Masalah………………………………………………….………………11
Bab III Penutup
         3.2 Kesimpulan…………………..………………………………………………………..12



                                                                               

Bab I
Pendahuluan

Latar Belakang
Konflik adalah proses yang dinamis dan keberadaannya lebih banyak menyangkut dari persepsi dari orang atau pihak yang mengalami dan merasakannya. Dengan demikian jika suatu keadaan tidak dirasakan sebagai konflik, maka pada dasarnya konflik tersebut tidak ada dan begitu pun sebaliknya.
                Prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasarkan ras seseorang sebelum memiliki informasi yang relevan yang bisa dijadikan dasar penilaian tersebut. Selanjutnya prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras. Pengertiannya sekarang menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidak terpengaruh oleh alas an rasional.
Prasangka dibagi 3 kategori:
·         Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar.
·         Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai atau tidak disukai
·         Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecendrungan seseorang dalam bertindak.

Diskriminasi yaitu membeda-bedakan karakteristik individu yang merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, dimana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecendrungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain. Ketika seseorang diperlakukan tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, jenis kelamin, ras, agama dan kepercayaan, kondisi fisik, atau karakteristik lain yang diduga merupakan asar dari tindakan diskriminasi.

kategori diskriminasi dibagi 2, yaitu:
·                     Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan/kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu menghambat adanya peluang sama.
·                     Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatid saat diterapkan di lapangan.

Rumusan Masalah
·       Mempelajari konflik Sampit
·       Bagaimana terjadinya konflik Sampit pada 2001

Maksud dan Tujuan
1.      Maksud
Maksud penulisan makalh ini adalah untuk menggambarkan bagaimana konflik yang terjadi antara Suku Dayak dengan Suku Madura.
2.      Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini untuk menjelaskan bagaimana terjadinya Konflik Sampit.










Bab II
Pembahasan

Mempelajari Konflik Sampit
Permasalah konflik tidak terlepas dari adanya interaksi antara suku bangsa didalam penguasaan sumber daya yang ada di dalam lingkup teritorialnya. Pada awalnya masyarakat yang berada di Sampit sangat konformitas terhadap persinggungan budaya hal ini dikarenakan tragedy sampit yang menjatuhkan korban jiwa yang cukup banyak dari suku Madura merupakan kompleksitas dari tragedy-tragedi kecil yang sebelumnya pernah terjadi. Sehingga masyarakat suku dayakmemberikan label terhadap suku Madura sebagai suku antagonis sehingga atas ketidakberdayaannya melawan pengaruh-pengaruh penguasaan suku pendatang secara dominan terhadap suku yang seharusnya menjadi milik territorial sumberdaya dominan yang dilakukan oleh Suku Madura yang menyebabkan kecemburuan secara social dan ekonomi.
Banyak sebab yang membuat suku Dayak  seakan melupakan asasi manusia baik langsung maupun tidak langsung. Masyarakat suku Dayak di Sampit selalu “terdesak” dan selalu mengalah. Dari kasus dilarangnya menambang intan di atas “tanah adat” mereka sendiri karena dituduh tidak memiliki izin penambangan. Hingga kampong mereka yang harus berkali-kali pindah tempat karena harus mengalah dari pada penebang kayu yang mendesak mereka makin ke dalam hutan. Sayangnya, kondisi ini diperburuk oleh ketidakadilan hukum yang seakan tidak mampu menjerat pelanggar hukum yang menempatkan masyarakat Dayak menjadi korban kasus-kasus tersebut.
Tidak sedikit kasus-kasus pembunuhan orang Dayak ( yang sebagian besar disebabkan oleh aksi premanisme etnis Madura) yang merugikan masyarakat Dayak karena para tersangka tidak bisa ditangkap dan diadili oleh aparat penegak hukum.
Etnis Madura juga punya latar belakang budaya kekerasan ternyata menurut masyarakat Dayak dianggap tidak mampu untuk beradaptasi (mengingat suku Madura sebagai pendatang).
 Sering terjadinya kasus pelanggarang “tanah larangan” orang Dayak oleh penebang kayu dari suku Madura. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu perang antar etnis Dayak-Madura.
Dari cara mereka melakukan usaha dalam bidang perekonomian saja, mereka terkadang dianggap terlalu kasar oleh sebagian besar masyarakat Dayak, bahkan masyarakat banjar sekali pun. Banyak cara-cara pemaksaan untuk mendapatkan hasil usaha kepada konsumen mereka. Banyak pula tipu-daya yang mereka lakukan. Tidak semua suku Madura bersifat seperti ini. Namun, hanya segelintir saja.
Ada yang mengungkapkan bahwa pertikaian yang sering terjadi antara Madura dan Dayak dipicu rasa etnosentrisme yang kuat di kedua belah pihak. Semangat persukuan inilah yang mendasari solidaritas antar-anggota suku di Kalimantan. Situasi seperti itu diperparah kebiasaan dan nilai-nilai yang berbeda, bahkan mungkin berbenturan. Missal, adat orang Madura yang membawa parang atau celurit kemanapun pergi membuat orang Dayak melihat sang “tamu”-nya selalu siap berkelahi. Sebab, bagi orang Dayak membawa senjata tajam hanya dilakukan ketika mereka hendak berperang atau berburu. Tatkala di antara mereka terlibat keributan dari soal salah menyambit rumput sampai kasus tanah amat mungkin persoalan yang semula kecil meledak tak karuan, melahirkan manusia-manusia tak bernyawa tanpa kepala saat terjadi pembantaian Sampit entah bagaimana cara mereka (suku Dayak) yang tengah dirasuki kemarahan membedakan suku Madura dengan suku lainnya yang jelas suku-suku lainnya luput dari serangan orang-orang Dayak.
Begitu pula adanya catatan ingatan dari suku asli tentang perlakuan-perlakuan yang tidak adil terhadap suku asli yang menyebabkan meningkatnya konformitas dan identitas kesukuan yang dibangkitkan oleh masyarakat Dayak. Ada beberapa peristiwa yang menjadi catatan ingatan dari masyarakat Dayak yang menurut mereka adalah perlakuan yang tidak wajar terhadap masyarakat suku Dayak, antara lain:
·         Tahun 1972, seorang gadis Dayak diperkosa di Palangka Raya. Atas kejadian itu diadakan perdamaian secara hukum adat.
·         Tahun 1982, terjadi pembunuhan orang Dayak yang pelakunya merupakan orang Madura. Tidak ada penyelesaian hukum dan pelaku tidak tertangkap.
·         Tahun 1983, warga Kasongan yang ber-etnis Dayak dibunuh di Kecamatan Bukit Batu, Kasongan. Diadakan perdamaian, dilakukan peniwahan itu dibebankan  kepada pelaku pembunuhan. Perdamaian ditandatangani kedua pihak dan jika pihak Madura melakukan perbuatan jahatnya, mereka siap untuk keluar dari Kalteng.
·         Tahun 1996, seorang gadis Dayak diperkosa dan dibunuh di gedung bioskop Panala di Palangka Raya, ternyata hukumannya sangat ringan.
·         Tahun 1997, di desa Karang Langit, Barito Selatan orang Dayak dikeroyok oleh orang Madura dengan perbandingan kekuatan 2:40 orang, dengan semua orang Madura meninggal pada kejadian tersebut. Orang dayak mempertahankan diri dengan ilmu beladiri. Dan orang Dayak dihukum berat.
·         Tahun 1997, di Tumbang Samba, ibukota kecamatan Kaltingan Tengah, seorang anak mati terbunuh oleh seorang tukang sate etnis Madura. Anak itu hanya kebetulan lewat setelah tukang sate tersebut bertikai dengan para anak muda.
·         Tahun 1998, di Palangka Raya, orang Dayak dikeroyok empat pemuda Madura hingga meninggal, pelakunya dinyatakan melarikan diri dan kasus tidak diselesaikan secara hukum.
·         Tahun 1999, di Palangka Raya, seorang Dayak dikeroyok oleh beberapa orang Madura karena masalah sengketa tanah. 2 orang Dayak meninggal dunia.
·         Tahun 1999, di Palangka Raya, seorang petugas ketertiban umum dibacok oleh orang Madura, pelaku ditahan di polresta Palangka Raya, namun dibebaskan keesokan harinya tanpa tuntutan hukum.
·         Tahun 1999, di Pangkut, ibukota kecamatan Arut Utara, kabupaten Kotawaringin Barat, terjadi perkelahian missal dengan suku Madura. Gara-gara suku Madura memaksa mengambil emas suku dayak. Perkelahian banyak menimbulkan korban pada kedua pihak. Tak ada penyelesaian hukum.
·         Tahun 1999, di Tumbang Samba, terjadi penikaman terhadap suami-istri. Tindakan tersebut dilakukan untuk balas dendam, namun salah alamat.
·         Tahun 2000, di Pangkut, Kotawaringin Barat, sekeluarga Dayak dibunuh oleh orang Madura, pelaku lari tanpa penyelesaian hukum.
·         Tahun 2000, di Palangka Raya, 1 orang Dayak di bunuh oleh pengeroyok suku Madura di depan gereja Imanuel. Pelaku lari tanpa penyelesaian hukum.
·         Tahun 2000, di Kereng Pangi, Kasongan, Kabupaten Kotawaringin Timur, terjadi pengeroyokan oleh suku Madura. Pelaku kabur tanpa penyelesaian hukum.
·         Tahun 2001, di Sampit (17-20 Februari 2001) warga Dayak banyak terbunuh karena dibantai. Suku Madura lebih dulu menyerang warga Dayak.
·         Tahun 2001, di Palangka Raya (25 Februari 2001) seorang warga dayak terbunuh diserang suku Madura.
Belum terhitung kasus warga Madura di bagian Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Suku Dayak hidup berdampingan dengan suku lainnya di Kalimantan Tengah, kecuali dengan suku Madura. Lalu terjadilah peristiwa kerusuhan pada 25 Februari yaitu peristiwa Sampit yang mencekam.
Apa yang membuat suku Dayak begitu marah dengan menghadapi suku Madura. Hamper semua tokoh Dayak menunjukan kebanyakan etnis Madura lah penyebab akar permasalahannya. Maka dari itu , terpapar diatas bahwasanya persinggungan penguasaan sumberdaya yang tidak terdistribusi secara merata dalam persaingan dan kerjasama sebelum meningkat menjadi konflik juga dipicu karena permasalahan lebel dari masyarakat suku Dayak terhadap suku Madura dalam segi budaya yang menimbulkan etnosentrisme sehinggan terjadi konflik.
Kronologis Konflik Sampit
18 Februari 2001
·          Pkl.01.00 WIB terjadi peristiwa pertikaian antar etnis diawali dengan terjadinya perkelahian antara Suku Madura dengan kelompok Suku Dayak di Jalan Padat Karya, yang mengakibatkan 5 (lima) orang meninggal dunia dan 1 (satu) orang luka berat semuanya dari Suku Madura.
·           Pkl. 08.00 WIB terjadi pembakaran rumah Suku Dayak sebanyak 2 (dua) buah rumah yang  dilakukan oleh kelompok Suku Madura dan 1 (satu) buah rumah Suku Dayak dirusak dan dijarah oleh kelompok Suku madura. Kejadian ini mengakibatkan 3 (tiga) orang meninggal semuanya dari Suku Dayak.
·           Pkl. 09.30 WIB pengiriman Pasukan Brimob Polda dari Kalimantan Selatan sebanyak 103 personil dengan kendali BKO Polda Kaliteng untuk pengamanan di Sampit dan tiba Pkl. 12.00 WIB
·          Pkl. 10.00 WIB sebanyak 38 (tiga puluh delapan) orang tersangka dari kelompok Suku Dayak atas kejadian tersebut di atas diamankan ke MAPOLDA Kalteng di Palangka Raya dan menyita beberapa macam senjata tajam sebanyak 62 buah.
·         Pkl. 20.30 WIB ditemukan 1 (satu) orang mayat dari kelompok Suku Dayak di Jalan Karya Baru, Sampit.
Tanggal 19 Februari 2001
·         Pkl. 02.00 WIB terjadi pembakaran 1 (satu) buah mobil Kijang milik Suku Madura di Jalan Suwikto, Sampit.
·         Pkl. 16.00 WIB ditemukan mayat sebanyak 4 (empat) orang dan 1 (satu) orang luka bakar semuanya dari Suku Dayak di Jalan Karya Baru, Sampit.
·         Pkl. 17.00 WIB diadakan sweeping oleh Petugas aparat keamanan terhadap kelompok Suku Madura dan kelompok Suku Dayak di Sampit.
·         Penangkapan 6 (enam) orang Suku Dayak tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka yang telah ditahan sebelumnya, dan diamankan di Polres Kotim.
·         Pkl. 22.00 WIB Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dan DANREM 102/PP bersama  pasukan dari Yonif 631/ATG sebanyak 276 orang menuju Sampit dan tiba Pkl. 03.00 WIB.
·         Pkl. 22.00 WIB Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dan DANREM 102/PP bersama  pasukan dari Yonif 631/ATG sebanyak 276 orang menuju Sampit dan tiba Pkl. 03.00 WIB.
·         Pada tanggal 18 dan 19 Februari 2001 kota Sampit sepenuhnya dikuasai oleh Suku Madura yang menggunakan senjata tajam dan bom Molotov.
Tanggal 20 Februari 2001
·                     Pkl. 08.30 WIB diadakan pertemuan antara DANREM 102/PP, KAPOLDA dan Wakil Gubernur dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tokoh masyarakat di Sampit ( Tokoh Dayak, Madura dan Tokoh Masyarakat Sampit) untuk mengupayakan penghentian pertikaian dan dilanjutkan dengan pemantauan ke lokasi pertikaian dengan mengadakan dialog dengan warga yang bertikai.
·         Warga yang ketakutan karena kerusuhan dan sweeping disertai pembakaran rumah yang dilakukan oleh Suku Madura terhadap Suku Dayak mengungsi ke Gedung Balai Budaya Sampit, Gedung DPRD Kotawaringin Timur dan Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur sebanyak 702 KK (2.850 orang) bukan Suku Madura dan sebagian warga non Madura mengungsi ke Palangka Raya.
·         Terjadi perkelahian dan kerusuhan massal terbuka antara Suku Madura dan Suku Dayak yang datang membantu dari pedalaman. Di saat inilah kerusuhan terbesar terjadi dimana kedua pihak etnis tersebut saling membantai etnis lainnya.

Dari serangkaian peristiwa yang mencekam tersebut dilaporkan terdapat sebanyak 383 orang korban jiwa dan 38 orang luka-luka. Korban materil berupa 793 buah rumah terbakar, 48 buah rumah rusak, 13 buah kendaraan bermotor, dan 206 buah becak. Dan akhirnya seluruh etnis Madura yang berada di Kalimantan Tengah dan tempat-tempat lainnya diungsikan keluar daerah tersebut.
Penyelesaian Masalah
Pertama-tama penyelesaian diserahkan untuk ditangani oleh lembaga independen yang beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat dari kedua etnis serta kalangan intelektual dan tokoh-tokoh kredibel dari pemerintahan. Yang difasilitasi sepenuhnya oleh negara. Lembaga ini diberi kewenangan untuk menemukan kesepakatan dari pihak-pihak yang bertikai dan kemudian mengantarkan para pihak ke titik rekonsiliasi yang memungkinkan menata mereka kembali keharmonisan social dalam ketenangan dan rasa aman yang terjamin.
Kedua, siapa pun yang diindikasikan kuat sebagai actor-aktor intelektual di balik kerusuhan di Kalteng, baik dari kalangan etnis Dayak maupun Madura, harus ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Supremasi hukum harus ditegakkan atas mereka.
Ketiga, negara harus membantu warga etnis Madura untuk mendapatkan kembali hak milik mereka berupa asset ekonomi terutama yang berupa tanah serta rumah tempat tinggal. Juga memberikan kompensasi terhadap etnis Dayak untuk menjadi tuan tanah di tanah nenek moyangnya. Mereka harus diberdayakan dari berbagai aspek kehidupan.
Keempat, negara bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat melakukan sosialisasi dan kampanye terus-menerus dalam berbagai bentuk tentang kenyataan Indonesia sebagai bangsa majemuk berikut pentingnya hidup berdampingan secara damai serta keutamaan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan di dalama masyarakat. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah berupaya menghapus kesan negatif atau stereotype antara etnis Dayak dan Madura selama ini.

Bab III
Penutup
Kesimpulan
            Permasalahan konflik antara suku Dayak dan Madura adalah rangkaian panjang dari perjalanan interaksi antara kekuatan-kekuatan social dalam struktur social dalam memperebutkan sumber daya yang ada di Sampit yang menimbulkan persaingan dan akibat dari tidak meratanya pendistribusian sumber daya yang ada akan menyebabkan konflik. Perbedaan budaya bukan merupakan penyebab konflik, tetapi bisa menjadi pemicu terjadinya konflik. Maka dari itu pihak kepolisian dan pemerintah daerah sangat berperan untuk memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat Sampit.

Share:

Blogger templates