This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 08 Mei 2017

Cara Menentukan Rute Terpendek dalam Suatu Jalur

Bila ingin mencari jalur terpendek dengan menggunakan dengan menggunakan algoritma djikstra kita harus melalui step by step dengan cara cari jalur terpendek dahulu sebelum pindah ke tempat selanjutnya. Sedangkan jika kita menggunakan algoritma floyd warshall, kita harus mengakumulasikan seluruh jalur sebelum kita jalan kejalur selanjunya. Dengan cara kita menitung terlebih dahulu seluruh jalur yang menuju kota yang akan kita tuju.
Contoh kasus:



Kasus disini, kita ingin mencari jalur terpendek dari kota A ke kota G dengan menggunakan algoritma djikstra. Hal yang pertama yang kita lakukan ialah, kita lihat diatas jalur yang ada dari kota A ada 3 jalur, yaitu ke kota B (5km),C(7km) dan F(10km). Setelah kita mengetahuinya, maka kita cari jalur yang paling pendek. Ternyata jalur yang terpendek merupakan jalur yang menuju ke kota B(5km), jadi kita menuju ke kota B. Setelah itu kita lihat jalur B yang memiliki 2 jalur yaitu jalur menuju kota C(6km) dan D(3km). Stelah kita mengetahuinya, ternyata jalur terpendek dari kota B yaitu ke kota D(3km).  Lalu kita lihat jalur D yang hanya memiliki 1 jalur yaitu jalur yang menuju kota E(3km) dengan demikian jalur E yang kita pilih. Dari kota E, kita memiliki 2 jalur, yaitu ke kota F(3km) dan G(4km). Karena jalur yang terpendek merupakan jalur yang menuju kota F(3km), jadi kita pilih jalur yang menuju ke kota F. Dari ko F kita tinggal menuju kota G(4km). Setelah diakumulasi, jadi jalur yang ditempuh sepanjang 5km+3km+3km+3km+4km=18km bila kita menggunakan algoritma djikstra.




Tadi kita sudah menghitung jalur terpendek dari kota A ke kota G dengan menggunakan algoritma djikstra. Sekarang kita akan mencoba menghitung kembali jalur yang sama dengan menggunakan algoritma floyd warshall. Tahap yang akan kita lakuan sebelum jalan, kita harus menghitung seluruh jalur yang menuju kota yang akan kita tuju.
.       A             F              G
Jarak yang ditempuh, 10km + 4km = 14km
2.       A             C             E              G
Jarak yang ditempuh, 7km + 4km + 4km = 15km
3.       A             C             E              F              G
Jarak yang ditempuh, 7km + 4km + 3km + 4km = 18km
4.       A             B             C             E              F              G
Jarak yang ditempuh, 5km + 6km + 4km + 3km + 4km = 22km
5.       A             B             D             E              F              G
Jarak yang ditempuh, 5km + 3km + 3km + 3km + 4km = 18km
6.       A             B             D             E              G
Jarak yang ditempuh, 5km + 3km + 3km + 4km = 15km

Setelah kita hitung keseluruhan, lalu kita lihat jalur terpendek yang dari kota A ke kota G. Disini kita dapat jalur terpendek yaitu jalur A,F,G dengan total jarak 14km.
Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan:
jadi dari kedua cara yang ada, cara dengan menggunakan algoritma floyd warshall lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan cara algoritma djikstra.


Pengertian Moda Transportasi Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Moda transportasi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan alat angkut yang digunakan untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain. Moda yang biasanya digunakan dalam transportasi dapat dikelompokkan atas moda yang berjalan di darat, berlayar di perairan laut dan pedalaman, serta moda yang terbang di udara. Moda yang di darat juga masih bisa dikelompokkan atas moda jalan, moda kereta api dan moda pipa.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang tersebar dengan 17 ribuan pulau hanya bisa terhubungkan dengan baik dengan sistem transportasi multi moda, tidak ada satu modapun yang bisa berdiri sendiri, melainkan saling mengisi. Masing-masing moda mempunyai keunggulan dibidangnya masing-masing. Pemerintah berfungsi untuk mengembangkan keseluruh moda tersebut dalam rangka menciptakan sistem transportasi yang efisien, efektif dan dapat digunakan secara aman dapat menempuh perjalanan dengan cepat dan lancar.
Jaringan transportasi dapat dibentuk oleh moda transportasi yang terlibat yang saling berhubungan yang rangkai dalam Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). Masing-masing moda transportasi memiliki karakteristik teknis yang berbeda dan pemanfaatannya disesuaikan dengan kondisi geografis daerah layanan.
Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) adalah tatanan transportasi yang terorganisasi secara kesisteman terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api, transportasi sungai, danau, dan penyeberangan, transportasi laut serta transportasi pipa, yang masing-masing terdiri dari sarana dan prasarana, kecuali pipa, yang saling berinteraksi dengan dukungan perangkat lunak dan perangkat pikir membentuk suatu sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif dan efisien, berfungsi melayani perpindahan orang dan atau barang, yang terus berkembang secara dinamis.
Transportasi Darat
Keunggulan :
a. Fleksibel dalam hal pelayanan karena sangat mungkin untuk mengubah tujuan/mengubah haluan
b. Pencapaian secara langsung ke tempat tujuan
c. Kecepatan tinggi
d. Rentangannya luas dalam hal pengangkutan barang, dapat menangani ukuran barang yang besar
e. Memungkinkan untuk mengubah tujuan di tengah perjalanan

Kekurangan :
a. Perlu pemeliharaan yang terus menerus
b. Dapat menjadi sangat lambat
c. Sering terjadi penundaan
d. Menyebabkan polusi
Transportasi Udara
Kelebihan :
a. Sistem cepat dan efisien
b. Cocok untuk barang-barang yang sangat penting, mudah membusuk, dan mahal
c. Dapat mencapai area yang sulit dijangkau
d. Memungkinkan gerakan yang bebas ke mana saja
 
Kekurangan :
a .Mahal
b. Sangat tergantung pada cuaca dan mudah terganggu oleh partikel-partikel yang tersuspensi di udara.
c. Pemeliharaan bandara mahal.
d. Pesawat ukuran besar tidak dapat di bandara yang kecil
e. Untuk daerah yang tidak ada bandaranya tidak dapat disinggahi
f. Suara keras dan polusi tinggi
Transportasi Air
Kelebihan :
a. Murah
b. Jaringan alamiah
c. Dapat menggunakan jalur mana saja
d. Servis yang fleksibel
e. Kanal memacu tumbuhnya industri
f. Polusi rendah

Kekurangan :
a. Tidak cocok untuk barang-barang yang mudah rusak/membusuk
b. Tidak cocok untuk jarak dekat
c. Kanal perlu biaya mahal untuk  pembangunanya
d. Route tidak fleksibel

Moda Transportasi di Kota Sukabumi

Dalam kesehariannya warga Kota Sukabumi memakai banyak moda transportasi yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya ialah: delman/andong, becak, motor dan mobil pribadi, ojek, angkutan kota, bus dan mini bus, kereta, dan lain sebagainya.
Secara garis besar terdapat 2 (dua) moda transportasi yang biasa dipakai disana yaitu moda transportasi jalan raya dan moda transportasi rel kereta. Moda yang paling banyak digunakan yaitu moda transportasi jalan raya dengan menggunakan angkutan kota, karena terdapat banyak sekali mobil angkutan kota atau yang biasa disebut angkot.  Mengapa warga Kota Sukabumi lebih memilih moda transportasi jalan raya ketimbang moda transportasi rel kereta? Karena moda transportasi rel kereta digunakan hanya untuk bepergian jauh seperti untuk keluar kota menuju Kota Bogor, Jakarta, Bandung, Jogja, dan lain sebagainya.

Teori Antrian dan Model Dasar Antrian

Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan). Pada umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi sistem yang berbeda – beda di mana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas. Klasifikasi menurut Hil ier dan Lieberman adalah sebagai berikut :

1. Sistem pelayanan komersial
2. Sistem pelayanan bisnis – industri
3. Sistem pelayanan transportasi
4. Sistem pelayanan social

Sistem pelayanan komersial merupakan aplikasi yang sangat luas dari model – model antrian, seperti restoran, kafetaria, toko – toko, salon, butik, supermarket, dan sebagainya.

Sistem pelayanan bisnis – industri mencakup lini produksi, sistem material – handling, sistem pergudangan, dan sistem – sistem informasi komputer. Sistem pelayanan sosial merupakan sistem – sistem pelayanan yang dikelola oleh kantor – kantor dan jawatan – jawatan lokal maupun nasional, seperti kantor registrasi SIM dan STNK, kantor pos, rumah sakit, puskesmas, dan lain – lain (Subagyo, 2000).
Elemen sistem antrian merupakan komponen yang merupakan bagian atau anggota dari sistem antrian, yaitu :
1. Pelanggan
Pelanggan adalah orang atau barang yang menunggu untuk dilayani. Arti dari pelanggan tidak harus berupa orang, misalnya saja antrian pada loket pembayaran di supermarket, orang yang menunggu giliran membayar termasuk pelanggan, begitu juga barang-barang yang menunggu untuk dihitung oleh kasir juga dapat dikatakan sebagai pelanggan.
2. Pelayan
Pelayan adalah orang atau sesuatu yang memberikan pelayanan. Seperti halnya pelanggan, pelayan juga tidak harus berupa orang. Misalnya pada pengambilan uang melalui ATM, mesin ATM dalam hal ini merupakan pelayan.
3. Antrian
Antrian merupakan kumpulan pelanggan yang menunggu untuk dilayani. Antrian tidak harus merupakan garis tunggu yang memanjang. Misalnya saja antrian pada panggilan telepon, tidak berupa garis tunggu seperti yang kita jumpai pada antrian di pembelian tiket bioskop.

Antrian yang panjang sering kali kita lihat di bank saat nasabah mengantri di teller untuk melakukan transaksi, airport saat para calon penumpang melakukan check-in, di super market saat para pembeli antri untuk melakukan pembayaran, di tempat cuci mobil : mobil antri untuk dicuci dan masih banyak contoh lainnya. Di sektor jasa, bagisebagian orang antri merupakan hal yang membosankan dan sebagai akibatnya terlalu lama antri, akan menyebabkan pelanggan kabur. Hal ini merupakan kerugian bagi organisasi tersebut.

Untuk mempertahankan pelanggan, sebuah organisasi selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Pelayanan yang terbaik tersebut diantaranya adalah memberikan pelayanan yang cepat sehingga pelanggan tidak dibiarkan menunggu (mengantri) terlalu lama. Namun demikian, dampak pemberian layanan yang cepat ini akan menimbulkan biaya bagi organisasi, karena harus menambah fasilitas layanan. Oleh karena itu, layanan yang cepat akan sangat membantu untuk mempertahankan pelanggan, yang dalam jangka panjang tentu saja akan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena memberikan pelayanan tambahan, akan menimbulkan pengurangan

keuntungan mungkin sampai di bawah tingkat yang dapat diterima. Sebaliknya, sering timbulnya antrian yang panjang akan mengakibatkan hilangnya pelanggan / nasabah.

Salah satu model yang sangat berkembang sekarang ini ialah model matematika. Umumnya, solusi untuk model matematika dapat dijabarkan berdasarkan dua macam prosedur, yaitu : analitis dan simulasi. Pada model simulasi, solusi tidak dijabarkan secara deduktif. Sebaliknya, model dicoba terhadap harga – harga khusus variabel jawab berdasarkan syarat – syarat tertentu (sudah diperhitungkan terlebih dahulu), kemudian diselidiki pengaruhnya terhadap variabel kriteria. Karena itu, model simulasi pada hakikatnya mempunyai sifat induktif. Misalnya dalam persoalan antrian, dapat dicoba pengaruh bermacam – macam bentuk sistem pembayaran sehingga diperoleh solusi untuk situasi atau syarat pertibaan yang mana pun.

Model antrian







Share:

Kamis, 23 Maret 2017

Konservasi Tanah dan Air. Studi Kasus: Leosama,Belu


Konservasi tanah mempunyai arti luas dan sempi dimana konservasi tanah dalam arti luas adalah penempatan setiap bidang tanah dengan cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Sedangkan kosenvasi tanah dalam arti sempit adalah upaya mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi. Konservasi tanah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konservasi air. Setiap perlakuan yang diberikan pada  sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itu dan tempat-tempat di hilirnya. Oleh karena itu konservasi tanah dan konservasi air merupakan dua hal yang berhuibungan erat sekali; berbagai tindakan konservasi tanah adalah juga tindakan konservasi air. Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.

METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR

Metode yang digunakan  dalam konservasi tanah dan air  dibagi menjadi tiga macam metode yaitu :
1.   Metode vegetatif

Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring dengan menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah (Seloliman, 1997). Tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikan bahaya erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangi fluktuasi temperatur tanah. Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air termasuk antara lain: penanaman penutup lahan (cover crop) berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah kesuburan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997). Penanaman rumput kegunaannya hampir sama dengan penutup tanah, tetapi mempunyai manfaat lain, yakni sebagai pakan ternak dan penguat terras. Cara penanamannya dapat secara rapat, barisan maupun menurut kontur.
2.   Metode mekanik

Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan (Seloliman, 1997). Termasuk dalam metode mekanik untuk konservasi tanah dan air di antaranya pengolahan tanah. Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman dan memberantas gulma (Arsyad, 1989).
Pengendalian erosi secara teknis-mekanis merupakan usaha-usaha pengawetan tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang di daerah lahan pertanian dengan cara mekanis tertentu. Sehubungan dengan usaha-usaha perbaikan tanah secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambat aliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.
Pengolahan tanah menurut kontur adalah setiap jenis pengolahan tanah (pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. Keuntungan utama pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur juga sangat efektif untuk konservasi ini. Pembuatan terras adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi (Sarief, 1986). Menurut Arsyad (1989), pembuatan terras berfungsi untuk mengurangi panjang lereng dan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan dan memungkinkan penyerapan oleh tanah, dengan demikian erosi berkurang.



3.   Metode kimia

Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Yang dimaksud dengan cara kimia dalam usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985). Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim pada tanah liat yang berat (Arsyad, 1989). Penggunaan bahan-bahan pemantap tanah bagi lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang baru dibuka sesunggunya sangat diperlukan mengingat:
Ø  Lahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan efektif.
Ø  Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang terangkat.
Ø  Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan perkebunan, menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya bagian top soil, mengingat pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat seperti traktor, bulldozer dan alat-alat berat lainnya.

KARAKTERISTIK DAERAH STUDI KASUS
Untuk memberikan gambaran umum kondisi embung-embung di wilayah Timor Barat dilakukan studi lansekap daerah tangkapan air embung Oemasi, Oelomin dan Oeltua Kabupaten Kupang,  embung Bu’at dan Besipae, Kab.  Timor Tengah Selatan (TTS);  ‘embung’ Benkoko dan ‘embung’ Sasi  (TTU),  Kab.  Timor Tengah Utara; dan ‘embung’ Leosama,  Kab.  Belu.  Ketinggian dari permukaan laut,  masing-masing lokasi adalah 50 m (Leosama, Belu),  400-500 m (Oemasi, Oelomin, Oeltua, ManutapenKupang) hingga 1.000 m (Besipae, Bu’atTTS;  Benkoko dan Sasi-TTU). Untuk studi pemodelan embung dilakukan pengamatan  aliran permukaan dan erosi daerah tangkapan;  pendangkalan ‘embung’; ketersediaan air ‘embung’ sepanjang tahun;  dan pemanfaatannya dilaksanakan pada ‘embung’ Desa Oemasi, Kupang.   Sedangkan upaya konservasi ‘embung’ dilakukan pada ‘embung’ Desa Leosama, Belu.



HASIL

Konservasi tanah

Konservasi tanah erat kaitannya dengan konservasi  tumbuhan.  Diketahui ada tiga metode konservasi tanah, yaitu secara vegetatif,  fisik dan kimiawi. Konservasi vegetatif merupakan pilihan yang tepat dilakukan, karena selain biayanya murah, juga mudah dilakukan oleh petani. Konservasi tanah secara kimiawi untuk memperkokoh agregat tanah di daerah tangkapan air ‘embung’,  tampaknya diperlukan biaya yang mahal. Konservasi tanah secara fisik mengunakan bedengan,  tanggul-tanggul, pematang dan sebagainya perlu dipertimbangkan secara bijaksana sesuai dengan kondisi tektur dan struktur tanah setempat.  Kondisi tanah liat bobonaro memiliki agregat yang amat mudah hancur pada musim hujan.   Salah satu contoh konservasi fisik yang cukup berhasil ialah pemasangan batu pada lereng ‘embung’ Oemasi-Kupang. Selain itu,  pada beberapa lokasi daerah tangkapan,  batu-batu sebagai bahan pembuatan tanggul mudah diperoleh.  Hal ini mungkin karena Pulau Timor menurut sejarah pembentukan geologinya  dikenal sebagai pulau yang terangkat dari permukaan laut. Dari pengamatan penulis,  ketika dilakukan pembuatan guludan pematang penahan erosi,  petani membersihkan rumput-rumput terlebih dahulu.  Hal ini dilakukan karena tanahnya amat keras dan berbongkah pada musim kemarau. Meskipun demikian, sifat tanah ini mudah hancur pada musim hujan, sehingga pematang  amat mudah tererosi.

Konservasi air

Tujuan konservasi air ‘embung’ ialah mempertahankan agar air yang tertampung pada 3-4 bulan musim hujan dapat digunakan sepanjang 8-9 musim kemarau. Hal ini karena,  air yang tertampung di dalam ‘embung’ sepenuhnya mengandalkan air hujan dan aliran permukaan maka konservasi sumberdaya air amat  penting. Konservasi flora dan tanah secara langsung akan berpengaruh terhadap konservasi sumberdaya air di daerah tangkapan.  Konservasi sumberdaya air di daerah tangkapan akan tercapai apabila kapasitas infiltrasi dan perkolasi lebih besar dari kapasitas evapotranspirasi dan aliran permukaan.  Kondisi tersebut akan tercapai apabila konservasi tumbuhan dilaksanakan secara bijaksana. Di wilayah Pulau Timor evapotranspirasi amat tinggi sepanjang 8-9  bulan musim kemarau.  Kondisi evapotranspirasi akan seimbang dengan infiltrasi,  pada awal musim hujan.  Ketika tanah sudah jenuh air
dan hujan terus turun maka terjadilah aliran permukaan. Degradasi lahan daerah tangkapan air Pulau Timor mengakibatkan laju aliran permukaan yang tinggi;  sebaliknya infiltrasi dan perkolasi rendah. Kondisi ini mengakibatkan suplesi air tanah rendah. Upaya yang perlu dilakukan adalah konservasi vegetatif dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat.  Dari hasil penelitian penulis di ‘embung’ Oemasi,  Kupang dapat ditunjukkan bahwa penghijaun dengan monokultur pohon Gmelina arborea,  terbukti mengakibatkan laju erosi yang besar.  Hal ini karena kanopi dan bentuk daun Gmelina yang relatif lebar berperan menaungi dan menekan tumbuhan bawah.   Terhambatnya pertumbuhan tumbuhan bawah mengakibatkan tanah gundul dan gembur sehingga mudah erosi. Konservasi sumberdaya air embung dapat dilakukan dengan cara meningkatkan efisiensi pemanfaatan air pada budidaya pertanian. Kegiatan tersebut telah diujicoba dengan budidaya tanaman sayuran menggunakan kantong polybag di Oemasi, Kupang(7). Secara agronomis teknik budidaya tepat guna ini dapat memberikan hasil yang bagus,  meskipun untuk keberlanjutan kegiatan masih perlu terus dilakukan pembinaan. Peningkatan efisiensi pemanfaatan air dengan mengurangi kebocoran air melalui perpipaan,  kran-kran dan bak-bak penampung juga perlu dilakukan oleh masyarakat pemakai air ’embung’.





Share:

Minggu, 17 Januari 2016

Manfaat memelihara kucing bagi pemiliknya

Kucing adalah hewan lucu dan menggemaskan yang dapat anda pelihara dan menjadi teman anda dirumah. Bagi anda yang suka dan memelihara kucing dirumah, ternyata kucing memiliki banyak manfaat yang menguntungkan bagi pemiliknya. Memelihara kucing memberikan manfaat secara jasmani dan rohani yang akan berpengaruh baik terhadap kesehatan. Admin telah merangkum manfaat dari memelihara kucing, berikut ulasannya:





1.      Membuat mental lebih sehat

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Cats Protector sebanyak 76% peserta yang mengikuti survey tersebut menyatakan bahwa stress yang mereka rasakan berkurang setelah berinteraksi dengan kucing. Hal ini terjadi karena tingkah laku kucing yang lucu dan menggemaskan.

2.      Menurunkan resiko penyakit jantung

Orang yang memelihara kucing, 40 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita serangan jantung fatal. Melihat tingkah laku kucing yang lucu dan menggemaskan ataupun mengelus-elus kucing dapat menurunkan tingkat kestresan dan kecemasan pemiliknya. Hal ini berdampak pada penurunan resiko berkembangnya penyakit kardiovaskular.

3.      Meningkatkan sistim imun

Hubungan yang dijalin oleh si pemilik kucing dengan kucingnya dapat meningkatkan system kekebalan tubuh pemiliknya.

4.      Mencegah alergi

Jika anda memiliki bayi, pertimbangkanlah untuk memelihara kucing dirumah anda karena menurut sebuah penelitian menunjukan bahwa bayi yang baru lahir yang hidup dengan hewan kesayangan dapat mencegah penyakit alergi berkembang.
5.    
Membantu mencegah asma pada anak

Memiliki kucing pada usia dini dapat mencegah anak memiliki penyakit asma karena sentuhan anak anda dengan kucing dapat membantu mengatasi masalah pernapasan. Admin sendiri beranggapan bahwa hal ini terjadi karena anak yang sudah terpapar bulu kucing sejak usia dini akan meningkatkan pertahanan diri mereka terhadap rangsangan bulu.
6.    
            Membawa energi positif

Dengan membelai kucing ataupun melihat tingkah laku kucing yang lucu dan menggemaskan baik secara langsung maupun melalui media seperti video dapat menyebabkan perasaan senang yang menyalurkan energi positif. Sebuah studi di university of Bloomington menyebutkan bahwa hanya dengan melihat video lucu kucing bisa membawa energi dan emosi positif serta menurunkan perasaan negatif.
7.      
      Yang terakhir adalah mengurangi rasa kesepian

Hubungan Antara manusia dan kucing dapat membantu mereka yang kesepian. Dengan memelihara kucing dan menghabiskan waktu bersama dapat mengurangi rasa kesepian yang dialami pemiliknya.

Berikut adalah sedikit ulasan mengenai manfaat memelihara kucing di rumah bagi manusia. Masih banyak manfaat lainnya yang belum terangkum dalam artikel ini. Tolong berikan kritik yang membangun agar dapat membuat artikel-artikel yang lebih baik kedepannya. Terima kasih
Share:

Kucing, si karnivora mungil

       Siapa yang tidak tahu jenis hewan ini? Sepertinya orang-orang di seluruh dunia mengetahui hewan yang satu ini. kucing terdiri dari kucing liar dan kucing rumahan, kucing rumahan memiliki banyak sekali penggemarnya namun tidak sedikit pula yang membenci hewan ini. Terdapat 3 jenis kucing yaitu, kucing ukuran besar, kucing ukuran sedang, dan kucing berukuran kecil. Namun pada kesempatan ini bloger ingin membahas tentang kucing berbadan kecil sampai sedang. Kucing merupakan hewan karnivora, ia dijuluki "karnivora sempurna" karena memiliki gigi runcing dan sistem pencernaan khusus. Populasi kucing hampir tersebar diseluruh penjuru dunia bahkan di daerah bersalju tebal dan daerah yang memiliki panas menyengat sekalipun.



"Lynx" jenis kucing liar yang mampu hidup di daerah bersalju tebal

Kucing berjenis Sphynx yang berasal dari Mesir

       Hewan ini memiliki 4 kaki dan memiliki berat 3-5kg.Kucing rumahan dapat hidup selama 15 tahun sampai 20 tahun namun kucing yang berumur lebih dari 15 tahun jarang ditemukan. hewan ini telah ada dari sekitar 10.000 tahun, kucing yang pernah dijinakan pertama kali terjadi di Cyprus sekitar 9.500 tahun lalu. berikut adalah sedikit penjelasan tentang hewan kucing, bila ada kesalahan penulisan maupun kesalahan informasi mohon berikan kritik yang membangun agar dapat lebih baik lagi kedepannya. Terima kasih.

Share:

makalah dampak perkembangan iptek terhadap kemiskinan

MAKALAH ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN DAMPAKNYA BAGI KEMISKINAN








Oleh:
Ghifari Fakhran Isya
Jurusan Teknik sipil
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma
Depok
Tahun 2015/2016

Kata Pengantar
Pertama-tama saya ingn mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang konflik sampit antara Suku Dayak dengan Suku Madura ini dengan baik. Dimana makalah ini dibuat dan disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang membantu saya dalam mengerjakan tugas makalah ini. Apabila ada kritik dan saran dari pembaca, saya bersedia menerima semua kritik dan saran tersebut. Karena kritik dan saran ini sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki makalah saya dimasa mendatang.sehingga saya akan berusaha untuk menyelesaikan makalah  dengan lebih baik lagi.

Bab I
Pendahuluan
1.1           Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat pada saat ini sudah sudah berkembang pesat.selain itu ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yang jelas yakni, karena teknologi adalah salah satu contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dibuat karena adanya ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan dan teknologi awalnya dikembangkan untuk mempermudah kehidupan manusia namun banyak pihak yang menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak buruk bagi manusia lainnya.
Ilmu pengetahuan bisa didapatkan secara praktis dengan berbagai cara bahkan dengan tanpa biaya atau gratis. Namun, mengapa di zaman yang serba praktis ini masih masyarakat yang terpuruk dalam kemiskinan dan “buta” akan teknologi.

1.2     Rumusan Masalah

1.                  Apa arti dari Ilmu Pengetahuan?
2.                  Apa arti dari Teknologi ?
3.                  Apa arti dari kemiskinan?
4.                  Apa saja dampak berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemiskinan?
1.3     Maksud dan Tujuan
1.                  Mengetahui arti dari ilmu pengetahuan
2.                  Mengetahui arti dari teknologi
3.                  Mengetahui arti kemiskinan
4.                  Mengetahui dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemiskinan

Bab II
Pembahasan

2.1    Ilmu Pengetahuan
 Ilmu pengetahuan adalah semua usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki dan juga meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai macam segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi tersebut dibatasi supaya dapat dihasilkan berbagai macam rumusan yang pasti. Ilmu memberikan suatu kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, serta kepastian ilmu didapat dari keterbatasannya.
Ilmu bukan hanya sekadar pengetahuan (knowledge), tapi ilmu juga merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan berbagai macam teori yang disepakati serta dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang telah diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang berdasarkan dari sudut filsafat, ilmu terbentuk sebab manusia berusaha terus berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang ia miliki
2.2    Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjatapenghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia.
2.3    Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
1.      Kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2.      Kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
3.      Kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

2.4    Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemiskinan
Bila ditelaah, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia, yang diantaranya membawa dampak buruk yang salah satunya adalah kemiskinan. Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut ini dampak negatif dari ilmu pengetahuan dan teknologi :
1.      Kesenjangan social : Perkembangan industri dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Akan tetapi, hal ini juga dapat memunculkan kesenjangan sosial si masyarakat. Muncullah kelompok masyarakat pemilik modal yang kaya bahkan menjadi konglomerat., tetapi ada juga kelompok masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan. Mereka tidak menguasai teknologi akan semakin tertinggal dan hidup miskin. Terjadilah jurang perbedaan yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin. Hal ini dapat mendorong kecemburuan sosial dan kerawanan keamanan.
2.      Kerusakan lingkungan alam : Akibat dari semakin meningkatnya jumlah penduduk dan penerapan iptek yamg kurang bijaksana telah menimbulkan kemerosotan kualitas lingkungan alam. Tidak hanya merosot, tetapi juga timbul kerusakan-kerusakan sistem lingkungan alam. Beberapa masalah lingkungan alam yang berkaitan dengan merosot dan rusaknya kualitas lingkungan alam tersebut akan berujung pada kemiskinan.
3.      Kekhawatiran manusia terhadap persenjataan kimia dan nuklir: perkembangan iptek dimanfaatkan oleh negara-negara besar untuk membuat persenjataan canggih seperti senjata kimia dan nukliar. Hal ini dapat membahayakan kehidupan manusia. Bukan hanyak kehilangan tempat tinggal tapi juga dapat menyebabkan korban jiwa.
4.      Pengangguran, kemiskinan, dan kriminalitas: akibat dari berkembangnya iptek dalam penerapannya di berbagai bidang, salah satunya bidang industri. Disaat tenaga kerja manusia sudah tergantikan dengan mesin, banyak perusahaan yang mengadakan PHK kepada para karyawannya maka angka pengangguran dan kemiskinan akan meningkat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia harus memenuhi kebutuhannya terhadap sandang, pangan, dan papan. Karena tidak memiliki pekerjaan lagi maka, banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya tersebut dengan cara melakukan tindakan kriminal seperti merampok dan mencuri.

Banyak dari dampak negatif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut berujung kepada kemiskinan.

Bab III
Penutup

3.1           Saran
Dalam pemanfaatannya untuk membantu kehidupan sehari-hari harus diperhatikan betul-betul dampaknya terhadap kehidupan manusia agar dampak positif dapat diperoleh secara maksimal tanpa menimbulkan dampak buruk.

3.2           Kesimpulan
 Ilmu pengetahuan adalah semua usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki dan juga meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai macam segi kenyataan dalam alam manusia.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia. Dan digunakan untuk membantu manusia dalam menjalani kehidupannya.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Dan kemiskinan merupakan masalah global terbesar yang dihadapi hampir setiap negara.
Banyak dari dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebabkan kemiskinan, maka dari itu harus diperhatikan betul pemanfaatannya agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berujung dengan kemiskinan.
Daftar Pustaka



Share:

Blogger templates